Harga Premium dan Solar bersubsidi
di pastikan naik Rp 1.500 per liter. Hal
ini di yakini pemerintah setelah
beberapa asumsi makro yang di ajukan
dalam revisi APBN 2012 disepakati DPR.
(Kompas.com, 13/3)
1. Pemerintah lebih suka mensubsidi
asing dengan menjual gas di bawah
harga pasar. Padahal selama 4 tahun
potensi ruginya mencapai 410 triliun,
lebih dari 12 kali penghematan dari
menaikkan harga BBM yang menyengsarakan rakyat.
2. Pemerintah lebih memilih
menyengsarakan rakyat demi
“menghemat” Rp 31,58 triliun.
Sebaliknya, pemerintah tetap nyaman
memberi stimulus fiskal di APBN 2012
yang totalnya mencapai 50 triliun kepada para kapitalis termasuk asing.
Posted by Wordmobi




